Posted by: sulimurwani on: Maret 11, 2009
By. Kontan JAKARTA. Payung hukum bagi Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak untuk tidak tebang pilih dalam menerapkan aturan perpajakan pada produk berbasis syariah di Indonesia terbit.
Posted by: sulimurwani on: Februari 12, 2009
Bertemu dengan pelaku bisnis pembiayaan BMT Ventura dan mendengarkan ceritanya, terbayang kalau usahanya seperti Grameen Bank di Bangladesh atau jaman dulu ada istilah bank kusipa, yang memberi pinjaman ke pasar-pasar atau langsung ke rumah tangga.
Posted by: sulimurwani on: Februari 4, 2009
04 Februari 2009 JCC, Jakarta Di tengah hujan rintik-rintik yang menguyur ibu kota Jakarta di pagi hari, saya datang ke acara Festival Ekonomi Syariah (FES) yang berlangsung di Jakarta Convention Center. Peserta yang hadir tak seramai kalau acaranya adalah pagelaran musik. Tampak rombongan anak-anak sekolah, praktisi perbankan dan akademisi menghadiri FES yang dibuka oleh Presiden [...]
Posted by: sulimurwani on: Februari 4, 2009
04 Februari 2009 JCC, Jakarta Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono menyatakan sistem ekonomi syariah itu antikrisis. Itu disebabkan bank syariah tidak bertransaksi spekulatif. Salah satu penyebab terjadinya krisis keuangan yang berdampak luas terhadap perekonomian saat ini akibat munculnya produk keuangan spekulatif.
Posted by: sulimurwani on: Februari 2, 2009
Bank Indonesia (BI) menetapkan modal disetor untuk mendirikan bank umum syariah paling kurang sebesar Rp 1 triliun. Bank Umum Syariah (BUS) juga tidak diperbolehkan 100% milik asing.
Posted by: sulimurwani on: November 19, 2008
Bangkit Bersama Ekonomi Syariah Hari Selasa (17/6), menjadi tonggak sejarah baru bagi perkembangan bank syariah di Indonesia. Setelah enam tahun lamanya menunggu, rapat paripurna DPR RI akhirnya sepakat mensahkan kelahiran Undang-Undang Perbankan Syariah.
Posted by: sulimurwani on: November 19, 2008
Bank Syariah, Tidak Sekadar Ganti Baju Masih banyak yang menganggap tidak ada perbedaan mendasar antara bank konvensional dan bank syariah. Istilah bunga dan bagi hasil dipercayai hanya dua kembaran yang berbeda nama saja. Minimnya sosialisasi, dituding sebagai penyebabnya.