<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Suli Murwani Blog</title>
	<atom:link href="http://sulimurwani.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sulimurwani.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Dec 2009 12:27:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='sulimurwani.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/5eabd3fbd520b4fa802c4295b581b292?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Suli Murwani Blog</title>
		<link>http://sulimurwani.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://sulimurwani.wordpress.com/osd.xml" title="Suli Murwani Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://sulimurwani.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Praktek Bank Syariah Indonesia Sesuai Syariat Islam</title>
		<link>http://sulimurwani.wordpress.com/2009/12/27/praktek-bank-syariah-indonesia-sesuai-syariat-islam/</link>
		<comments>http://sulimurwani.wordpress.com/2009/12/27/praktek-bank-syariah-indonesia-sesuai-syariat-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 12:27:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulimurwani</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sulimurwani.wordpress.com/?p=142</guid>
		<description><![CDATA[PRAKTIK BANK SYARIAH INDONESIA SESUAI SYARIAT ISLAM Banda Aceh, 9/6 (ANTARA) &#8211; Pakar ekonomi syariah Provinsi Aceh DR Nazaruddin AW menyebutkan, praktik dunia perbankan syariah di Indonesia sesuai dengan syariat Islam karena berbagai produk yang ditawarkan kepada nasabah jauh dari indikasi riba. &#8220;Semua bank syariah menawarkan berbagai produk dan tidak ada satupun yang namanya utang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sulimurwani.wordpress.com&amp;blog=5095541&amp;post=142&amp;subd=sulimurwani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PRAKTIK BANK SYARIAH INDONESIA SESUAI SYARIAT ISLAM</p>
<p>    Banda Aceh, 9/6 (ANTARA) &#8211; Pakar ekonomi syariah Provinsi Aceh DR Nazaruddin AW menyebutkan, praktik dunia perbankan syariah di Indonesia sesuai dengan syariat Islam karena berbagai produk yang ditawarkan kepada nasabah jauh dari indikasi riba.<br />
    &#8220;Semua bank syariah menawarkan berbagai produk dan tidak ada satupun yang namanya utang di bank berlebel syariah, sementara di bank konvensional menawarkan utang (kredit). Jadi, ini bedanya antara bank syariah dengan bank konvensional,&#8221; katanya di Banda Aceh, Selasa.<br />
    Pernyataan itu disampaikan menjawab pertanyaan LKBN ANTARA berkaitan dengan informasi yang menyebutkan bahwa praktik bank syariah belum sepenuhnya melaksanakan syariat Islam, sehingga sedikit masyarakat memberi perhatian terhadap bank tersebut.<br />
    Soal sedikit masyarakat yang menaruh perhatian terhadap bank syariah terkait dengan minimnya informasi pihak bank syariah itu sendiri, kata Nazaruddin AW yang kini menjabat sebagai dekan Fakultas Syariah IAIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh tersebut.<br />
     Doktor ekonomi syariah jebolan Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) itu mengatakan, persoalan sosialisai menjadi langkah tepat dan penting dilakukan pimpinan lembaga keuangan yang melaksanakan sistem perbankan syariah di negeri ini.<br />
    &#8220;Kita harus mengakui bahwa sistem yang dikembangkan bank syariah minim sekali, padahal itu urgen bila dikaitkan dengan jumlah penduduk Indonesia mayoritas muslim. Saya kira, sosialisasi besar-besaran perlu dilakukan bila diinginkan cepat berkembang,&#8221; ujarnya.<br />
    Masyarakat dewasa ini hanya tahu sudah ada bank syariah di seluruh provinsi di Indonesia, tapi tidak banyak yang memahami produk apa saja yang memberi keuntungan dan memudahkan terkait pinjaman dari bank syariah dibandingkan bank konvensional.<br />
    Oleh karena itu, promosi dan sosialisasi berbagai produk yang ditawarkan bank syariah harus gencar, sehingga masyarakat negeri ini segera menjadi nasabah lembaga keuangan &#8220;bersahabat&#8221; tanpa terikat dunia dan akhirat karena sistemnya bebas bunga.<br />
    &#8220;Banyak produk yang ditawarkan bank syariah dan jauh dari riba, misalnya sistem murabahah (jual beli) dan mudharabah. Kedua produk ini sebentulnya saling menguntungkan antara nasabah dan perbankan karena berlaku sistem bagi hasil,&#8221; kata Nazaruddin.<br />
    Semua produk bank syariah, termasuk sistem murabahah dan mudharabah yang mekanisme kontrak dibenarkan syara? dinilai potensial dan diminati nasabah. Bahkan ada juga utang berupa pinjaman tanpa bunga yang dibenarkan dalam ajaran Islam. </p>
<p>      Sosialisasi<br />
    &#8220;Utang berupa pinjaman tanpa bunga yang dibenarkan Islam disebut Qardul Hasan, misalnya dana zakat digunakan untuk membantu modal usaha. Biasanya bantuan seperti ini (Qardul Hasan) menggunakan dana zakat dan tentu dibenarkan Islam,&#8221; ujarnya.<br />
    Sistem bank syariah dalam menjalankan tugasnya sejalan dengan syariat Islam. Hal ini dapat dilihat dari cara menghitung bagi hasil saat transaksi dimulai, sementara bank konvensional menghitung bunga. Ini yang harus disosialisasikan kepada masyarakat, tambahnya.<br />
    Dia mengatakan, bank konvensional menawarkan produk utang (kredit) kepada nasabah, sedangkan bank syariah menawarkan berbagai produk dan tidak ada satupun yang namanya utang. Tapi namanya murabahah (jual beli) dan mudharabah (kerja sama).<br />
    &#8220;Ini semua perlu disosialisasikan kepada masyarakat agar mereka memahami berbagai bentuk sistem perbankan syariah dan sekaligus mengawasi pelaksanaannya. Saya kira ini penting dilakukan bagi upaya menjaga kesyariatannya di masa mendatang,&#8221; ujarnya.<br />
    Berkaitan dengan pengawasan perbankan syariah sudah ada badan sejak lembaga keuangan Islami ini didirikan. Untuk tingkat nasional ada tingkat Dewan Pengawas Nasional (DPN) dan di tingkat daerah ditentukan masing-masing bank/institusi keuangan itu sendiri, kata Nazaruddin AW. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sulimurwani.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sulimurwani.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sulimurwani.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sulimurwani.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sulimurwani.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sulimurwani.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sulimurwani.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sulimurwani.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sulimurwani.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sulimurwani.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sulimurwani.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sulimurwani.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sulimurwani.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sulimurwani.wordpress.com/142/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sulimurwani.wordpress.com&amp;blog=5095541&amp;post=142&amp;subd=sulimurwani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sulimurwani.wordpress.com/2009/12/27/praktek-bank-syariah-indonesia-sesuai-syariat-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1655f7a84e401d8966c2b70c7b2a7950?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sulimurwani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TIPS BELI RUMAH</title>
		<link>http://sulimurwani.wordpress.com/2009/10/04/tips-beli-rumah/</link>
		<comments>http://sulimurwani.wordpress.com/2009/10/04/tips-beli-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 16:00:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulimurwani</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sulimurwani.wordpress.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Tips Membeli Rumah Faktor lokasi merupakan hal utama dalam memilih rumah. Kalau bisa pilih lokasi yang paling dekat dengan tempat bekerja Anda atau minimal yang dekat dari tempat anak-anak sekolah. Itu bertujuan agar Anda bisa hemat biaya transportasi dan hemat waktu di jalanan. Selanjutnya, baru Anda menentukan unit rumah mana yang akan Anda pilih. Berikut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sulimurwani.wordpress.com&amp;blog=5095541&amp;post=140&amp;subd=sulimurwani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tips Membeli Rumah</p>
<p>Faktor lokasi merupakan hal utama dalam memilih rumah. Kalau bisa pilih lokasi yang paling dekat dengan tempat bekerja Anda atau minimal yang dekat dari tempat anak-anak sekolah. Itu bertujuan agar Anda bisa hemat biaya transportasi dan hemat waktu di jalanan. Selanjutnya, baru Anda menentukan unit rumah mana yang akan Anda pilih. Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam memilih rumah :</p>
<p>1. Perhatikan aspek legal, mulai dari perizinan, kepemilikan dan lain sebagainya. Jangan percaya begitu saja dengan brosur yang diberikan penjual ataupun pengembang perumahan..</p>
<p>2. Perhatikan siapa pengembang perumahan tersebut. Pastikan pengembang perumahan yang akan dibeli tersebut memiliki track record yang baik dan berkomitmen untuk membangun perumahan tersebut hingga selesai, sesuai janji dan schedule yang telah dijanjikan.</p>
<p>3. Pastikan kondisi lingkungan rumah yang akan Anda beli aman, nyaman, dan suasana tetangga yang bersahabat. Pastikan infrastruktur, aksesIbilitas, fasilitas serta fasilitas yang ada disekitarnya seperti mini market, sarana ibadah, sarana pendidikan, kesehatan, entertainment dan sebagainya tersedia dan mudah dijangkau.</p>
<p>4. Perhatikan suplai air bersihnya. Pasalnya, ketersediaan air bersih merupakan hal yang sangat penting dan selama ini menjadi persoalan klasik, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta dan sekitarnya.</p>
<p>5. Pastikan dan periksa secara detail kualitas banguna yang akan dibeli, apakah sesuai dengan spesifikasi yang dijanjikan pengembang atau tidak. Lakukan survei semaksimal mungkin, dan pastikan kawasan sekitar rumah tersebut jauh dari potensi bencana, seperti banjir, kekeringan dan sebagainya.</p>
<p>6. Tidak kalah pentingnya adalah menggali informasi seperti ke kantor dinas tata ruang wilayah setempat tentang rencana pembangunan ke depan di sekitar wilayah tersebut.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sulimurwani.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sulimurwani.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sulimurwani.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sulimurwani.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sulimurwani.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sulimurwani.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sulimurwani.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sulimurwani.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sulimurwani.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sulimurwani.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sulimurwani.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sulimurwani.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sulimurwani.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sulimurwani.wordpress.com/140/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sulimurwani.wordpress.com&amp;blog=5095541&amp;post=140&amp;subd=sulimurwani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sulimurwani.wordpress.com/2009/10/04/tips-beli-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1655f7a84e401d8966c2b70c7b2a7950?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sulimurwani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Grameen Bank</title>
		<link>http://sulimurwani.wordpress.com/2009/10/04/grameen-bank-2/</link>
		<comments>http://sulimurwani.wordpress.com/2009/10/04/grameen-bank-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 15:49:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulimurwani</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sulimurwani.wordpress.com/2009/10/04/grameen-bank-2/</guid>
		<description><![CDATA[Notes: di bawah ini adalah pertanyaan yang berkembang dikalangan teman teman di Ekonomi Keuangan Syariah UI. Silakan mengomentari APAKAH GRAMEEN BANK ISLAMI? Beberapa tahun ini, nama Grameen Bank atau Bank Grameen begitu terkenal. Bank yang didirikan oleh Muhammad Yunus di Bangladesh ini disebut-sebut sebagai bank yang memakai sistem perbankan Islam. Tapi apakah benar demikian? Kesuksesan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sulimurwani.wordpress.com&amp;blog=5095541&amp;post=138&amp;subd=sulimurwani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Notes: di bawah ini adalah pertanyaan yang berkembang dikalangan teman teman di Ekonomi Keuangan Syariah UI. Silakan mengomentari</p>
<p>APAKAH GRAMEEN BANK ISLAMI?<br />
Beberapa tahun ini, nama Grameen Bank atau Bank Grameen begitu terkenal. Bank yang didirikan oleh Muhammad Yunus di Bangladesh ini disebut-sebut sebagai bank yang memakai sistem perbankan Islam. Tapi apakah benar demikian?</p>
<p>Kesuksesan utama bank ini adalah bunganya yang rendah sekali dibandingkan dengan institusi sejenis lainnya. Kesuksesannya pun terjadi dalam waktu yang tak begitu lama, dan Muhammad Yunus sendiri dianugerahi penghargaan Nobel.</p>
<p>Yunus kemudian dijadikan sebagai role model (contoh teladan) di sebagian kaum Muslim di beberapa Negara, dan ia diklaim pula sebagai satu-satunya pahlawan sesungguhnya untuk umat Islam. Ini karena ia telah mengubah wajah kemiskinan jutaan rakyat Bangladesh dengan pinjaman lunaknya. Rakyat Bangladesh, dengan pinjaman itu, bisa menjalankan bisnis dan mempunyai rumah, dan sebagainya.</p>
<p>Padahal, yang terjadi di Bank Grameen adalah: bank ini memberlakukan sekitar 2% bunga. Beberapa kalangan mulai menanyakan “ke-Islam-an” bank ini, karena benarkah riba 1% tidak haram? Jika Anda menenggak minuman alkohol yang ada dalam sebuah busa, yang jumlahnya sedikit sekali, apakah hukumnya berbeda dengan menenggak satu botol minuman keras? Lantas, bagaimana, apakah 20% alkohol berbeda dengan 2%?</p>
<p>Jadi memang perlu kembali mempertanyakan apakah Bank Grameen ini Islami ataukah tidak. Mungkin ini hanya sebuah propaganda, fitnah, atau pembenaran akan sistem yang tidak Islami</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sulimurwani.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sulimurwani.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sulimurwani.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sulimurwani.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sulimurwani.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sulimurwani.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sulimurwani.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sulimurwani.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sulimurwani.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sulimurwani.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sulimurwani.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sulimurwani.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sulimurwani.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sulimurwani.wordpress.com/138/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sulimurwani.wordpress.com&amp;blog=5095541&amp;post=138&amp;subd=sulimurwani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sulimurwani.wordpress.com/2009/10/04/grameen-bank-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1655f7a84e401d8966c2b70c7b2a7950?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sulimurwani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Grameen Bank</title>
		<link>http://sulimurwani.wordpress.com/2009/10/04/grameen-bank/</link>
		<comments>http://sulimurwani.wordpress.com/2009/10/04/grameen-bank/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 15:45:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulimurwani</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>
		<category><![CDATA[bunga]]></category>
		<category><![CDATA[dikaji]]></category>
		<category><![CDATA[fitnah]]></category>
		<category><![CDATA[Grameen Bank]]></category>
		<category><![CDATA[islami]]></category>
		<category><![CDATA[nobel]]></category>
		<category><![CDATA[perbankan]]></category>
		<category><![CDATA[propaganda]]></category>
		<category><![CDATA[teladan]]></category>
		<category><![CDATA[ui]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sulimurwani.wordpress.com/2009/10/04/grameen-bank/</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan ini dilontarkan oleh kawan-kawan di Ekonomi Keuangan Syariah UI. Silakan mengomentari Apakah Grameen Bank Islami? Beberapa tahun ini, nama Grameen Bank atau Bank Grameen begitu terkenal. Bank yang didirikan oleh Muhammad Yunus di Bangladesh ini disebut-sebut sebagai bank yang memakai sistem perbankan Islam. Tapi apakah benar demikian? Kesuksesan utama bank ini adalah bunganya yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sulimurwani.wordpress.com&amp;blog=5095541&amp;post=137&amp;subd=sulimurwani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaan ini dilontarkan oleh kawan-kawan di Ekonomi Keuangan Syariah UI. Silakan mengomentari</p>
<p>Apakah Grameen Bank Islami?<br />
Beberapa tahun ini, nama Grameen Bank atau Bank Grameen begitu terkenal. Bank yang didirikan oleh Muhammad Yunus di Bangladesh ini disebut-sebut sebagai bank yang memakai sistem perbankan Islam. Tapi apakah benar demikian?</p>
<p>Kesuksesan utama bank ini adalah bunganya yang rendah sekali dibandingkan dengan institusi sejenis lainnya. Kesuksesannya pun terjadi dalam waktu yang tak begitu lama, dan Muhammad Yunus sendiri dianugerahi penghargaan Nobel.</p>
<p>Yunus kemudian dijadikan sebagai role model (contoh teladan) di sebagian kaum Muslim di beberapa Negara, dan ia diklaim pula sebagai satu-satunya pahlawan sesungguhnya untuk umat Islam. Ini karena ia telah mengubah wajah kemiskinan jutaan rakyat Bangladesh dengan pinjaman lunaknya. Rakyat Bangladesh, dengan pinjaman itu, bisa menjalankan bisnis dan mempunyai rumah, dan sebagainya.</p>
<p>Padahal, yang terjadi di Bank Grameen adalah: bank ini memberlakukan sekitar 2% bunga. Beberapa kalangan mulai menanyakan “ke-Islam-an” bank ini, karena benarkah riba 1% tidak haram? Jika Anda menenggak minuman alkohol yang ada dalam sebuah busa, yang jumlahnya sedikit sekali, apakah hukumnya berbeda dengan menenggak satu botol minuman keras? Lantas, bagaimana, apakah 20% alkohol berbeda dengan 2%?</p>
<p>Jadi memang perlu kembali mempertanyakan apakah Bank Grameen ini Islami ataukah tidak. Mungkin ini hanya sebuah propaganda, fitnah, atau pembenaran akan sistem yang tidak Islami</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sulimurwani.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sulimurwani.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sulimurwani.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sulimurwani.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sulimurwani.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sulimurwani.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sulimurwani.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sulimurwani.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sulimurwani.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sulimurwani.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sulimurwani.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sulimurwani.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sulimurwani.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sulimurwani.wordpress.com/137/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sulimurwani.wordpress.com&amp;blog=5095541&amp;post=137&amp;subd=sulimurwani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sulimurwani.wordpress.com/2009/10/04/grameen-bank/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1655f7a84e401d8966c2b70c7b2a7950?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sulimurwani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mensyariahkan Bisnis Hotel</title>
		<link>http://sulimurwani.wordpress.com/2009/05/31/mensyariahkan-bisnis-hotel/</link>
		<comments>http://sulimurwani.wordpress.com/2009/05/31/mensyariahkan-bisnis-hotel/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 May 2009 14:47:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulimurwani</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sulimurwani.wordpress.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Sulit dibayangkan bisa sukses mengelola bisnis hotel dengan prinsip syariah, yang pilih-pilih tamu, tidak ada klub malam dan tidak ada alkohol. Namun kejelian pemilik Hotel Sofyan dalam membidik segmen tamu yang ingin ketenangan saat menginap, membuat reposisi bisnis dari konvensional ke syariah berbuah manis. Mereposisi bisnis di saat kinerjanya sedang berjaya tentu sulit dipahami oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sulimurwani.wordpress.com&amp;blog=5095541&amp;post=134&amp;subd=sulimurwani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sulit dibayangkan bisa sukses mengelola bisnis hotel dengan prinsip syariah, yang pilih-pilih tamu, tidak ada klub malam dan tidak ada alkohol. Namun kejelian pemilik Hotel Sofyan dalam membidik segmen tamu yang ingin ketenangan saat menginap, membuat reposisi bisnis dari konvensional ke syariah berbuah manis.<span id="more-134"></span></p>
<p>Mereposisi bisnis di saat kinerjanya sedang berjaya tentu sulit dipahami oleh banyak pihak. Apalagi Riyanto Sofyan yang kini menjabat Komisaris Utama PT Sofyan Hotels Tbk melakukan perubahan jaringan bisnis perhotelan secara drastis.</p>
<p>Target pasar hingga segmentasi pasar dari bisnis hotelnya berubah total, yang semula mengunakan cara-cara bisnis konvensional menjadi mengikuti prinsip ekonomi syariah. Pemahaman sederhananya, hotelnya tak lagi menyediakan minuman keras, klub malam hingga selektif dalam menerima tamu. Tamu yang bukan pasangan suami isteri tidak akan diterima bila menginap dalam satu kamar. </p>
<p>Tindakan peraih Master of Business Administration dari Europian University, Belgium ini semula ditentang sang ayah, Doktor Sofyan Ponda. “Kamu kemasukan fanatisme. Apa yang salah dengan bisnis kita. Tidak mencuri, tidak korupsi, tidak menerima fasilitas pemerintah,” katanya menceritakan komentar almarhum ayahnya menanggapi keinginannya menjalankan bisnis sesuai syariah Islam.</p>
<p>Memang sesuai paradigma bisnis konvensional, diakuinya tidak ada yang salah dalam cara-caranya berbisnis. Namun Riyanto bertekad mencari harta dengan cara tidak melanggar aturan agama Islam yang dipeluknya.   </p>
<p>Awalnya, keluarga dan karyawan khawatir perubahan bisnis itu akan membuat pendapatan perusahaan merosot. Bahkan, bisnis hotelnya dikhawatirkan ambruk. Tapi, dia berkeyakinan perubahan konsep bisnis itu akan berhasil. Makanan sampah (Junk food) yang dijual restoran waralaba asing saja, bisa dicitrakan bagus sehingga harganya mahal, apalagi ajaran Islam yang baik. </p>
<p>Di hotel syariah, segmen pasarnya adalah tamu yang datang untuk tujuan istirahat atau urusan bisnis sehingga tempat yang bersih, nyaman dan aman menjadi minatnya. Dengan menjadi hotel syariah, ayah empat anak ini juga membuktikan kalau pelanggannya justru bertambah lebih banyak. Pelanggan Hotel Sofyans tak hanya orang Islam, orang lokal, tetapi juga orang asing. </p>
<p>“Tantangan bisnis hotel syariah pada dasarnya sama dengan hotel konvensional.<br />
Benang merahnya sama, kan intinya akomodasi,” ujarnya saat berbincang dengan Koran Jakarta di suatu sore, baru-baru ini. </p>
<p>Hotel Sofyan sebenarnya bukan hotel syariah pertama di Indonesia. Tahun 1994, ungkapnya, di Bukit Tinggi, Sumatra Utara ada satu hotel kecil yang menerapkan prinsip syariah. Bedanya, hotel itu tidak go public, sementara Hotel Sofyan, hotel syariah  pertama yang mencatatkan saham di bursa.</p>
<p>Hotel ini didirikan oleh ayahnya sekitar tahun 1970 mulai dengan 20 kamar di daerah Menteng dan satu lagi ada di sebelah pasar swalayan Hero di Gondangdia, keduanya di Jakarta. </p>
<p>Kemudian, di tahun 1980-an, seusai dia meraih gelar teknik komputer di University Of Miami, AS dipaksa pulang untuk mengelola hotel, padahal saat itu sudah mendapatkan pekerjaan di AS yang gajinya lumayan besar. Tapi sang ayah yang saat itu sedang sakit keras memaksanya pulang sehingga Riyanto kembali ke Tanah Air tahun 1981. </p>
<p>Riyanto tidak langsung dipercaya menjabat direktur. Awal kerja di hotel, dia dipekerjakan sebagai waitress, tukang cuci piring, pembersih toilet, house keeping, room boy, dan jabatan lainnya berganti-ganti setiap dua pecan sekali sampai delapan bulan lamanya. “Tujuannya agar saya paham bisnis hotel. Saat itu saya menjadi pembantu bergaji termahal, karena gaji saya 3.000 dollar AS per bulan,” ujarnya tertawa.</p>
<p>Baru tahun 1987, dia diangkat sebagai direktur, sementara direktur utama masih dipegang ayahnya. Selanjutnya, tahun 1989, dia menjabat direktur utama sekaligus yang membawa Hotel Sofyan menjadi perusahaan publik. “Waktu itu tahun 1989 belum krisis, lagi bagus-bagusnya. Kita waktu go public kan oversubscribe sampai 300 persen. Statusnya masih hotel konvensional,” paparnya. </p>
<p>Perusahaannya saat itu juga memiliki Hotman Bar di Menteng, yang namanya sedang meroket. Tapi, dia sudah komit untuk mengubah konsep bisnisnya sesuai syariah sehingga bar itu dijual. </p>
<p>Kemudian, tahun 1994 sampai 1997, dia melaksanakan program pengkondisian kepada karyawan dan tamu, karena paradigma syariah tahun tersebut belum seperti sekarang. Saat itu, dia dikatakan gila, mau membuat hotel atau masjid. </p>
<p>Berbagai pelatihan menerapkan syariah termasuk menyeleksi tamu sesuai prinsip syariah yang penerapannya diawasi oleh Dewan Syariah Nasional diberikan kepada jajaran karyawannya. Secara bertahap dia melakukan perubahan. Tempat hiburan malam diubahnya menjadi tempat meeting, minuman keras diganti dengan minuman halal, dan lainnya. Pencitraan baru bisnis hotelnya itu membuahkan hasil.  Pendapatan hotel justru terus meningkat.</p>
<p>Selain itu, kata Sofyan, waktu reposisi bisnis juga tepat karena tak lama kemudian, krisis ekonomi mendera Indonesia di tahun 1997. Satu dollar AS yang semula bisa dibeli 2.000 rupiah melonjak sampai lebih 15.000 rupiah  sehingga harga minuman keras juga mahal.</p>
<p>Kini jumlah Hotel Sofyan ada tiga buah, semuanya terletak di Jakarta. Hotel sejenis juga ada di Semarang, Jawa Tengah, namun pihaknya hanya bertindak sebagai konsultan manajemen hotel. </p>
<p>Bisnis perseroan dengan lebih dari 300 karyawan tersebut, kini merambah beragam bisnis mulai dari perhotelan, perkantoran hingga menjual jasa konsultan manajemen hotel dan investasi properti melalui anak usaha PT Sofyan Reksagraha dan PT Arva Paramaniaga</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sulimurwani.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sulimurwani.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sulimurwani.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sulimurwani.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sulimurwani.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sulimurwani.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sulimurwani.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sulimurwani.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sulimurwani.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sulimurwani.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sulimurwani.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sulimurwani.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sulimurwani.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sulimurwani.wordpress.com/134/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sulimurwani.wordpress.com&amp;blog=5095541&amp;post=134&amp;subd=sulimurwani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sulimurwani.wordpress.com/2009/05/31/mensyariahkan-bisnis-hotel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1655f7a84e401d8966c2b70c7b2a7950?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sulimurwani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pencitraan Islami</title>
		<link>http://sulimurwani.wordpress.com/2009/05/31/pencitraan-islami/</link>
		<comments>http://sulimurwani.wordpress.com/2009/05/31/pencitraan-islami/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 May 2009 14:40:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulimurwani</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sulimurwani.wordpress.com/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[Pencitraan Islami Peribahasa asing Don’t judge the book by the cover, penting direnungkan kembali di tengah euforia pemilihan presiden (Pilpres) Juli mendatang. Peribahasa yang mengingatkan kita supaya tidak tertipu dengan penampilan itu benar adanya. Apa yang tampak diluar, tak selalu sama dengan aslinya. Meski demikian, penampilan merupakan cermin kepribadian seseorang sehingga pantang diremehkan. Persoalannya, bagaimana [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sulimurwani.wordpress.com&amp;blog=5095541&amp;post=131&amp;subd=sulimurwani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pencitraan Islami</p>
<p>Peribahasa asing Don’t judge the book by the cover, penting direnungkan kembali di tengah euforia pemilihan presiden (Pilpres) Juli mendatang. Peribahasa yang mengingatkan kita supaya tidak tertipu dengan penampilan itu benar adanya. Apa yang tampak diluar, tak selalu sama dengan aslinya. Meski demikian, penampilan merupakan cermin kepribadian seseorang sehingga pantang diremehkan.<span id="more-131"></span><br />
Persoalannya, bagaimana jika penampilan itu direkayasa untuk tujuan tertentu, masihkah penampilan mencerminkan kepribadian pemakainya? Dalam konteks pilpres kali ini, misalnya, para capres dan cawapres sibuk memoles penampilannya menjadi lebih Islami untuk tujuan meraih simpati umat Islam atau meningkatkan elektabilitasnya saat pilpres nanti.<br />
Penampilan yang Islami menjadi strategi untuk merebut hati umat Islam, yang jumlahnya mayoritas di negeri ini. Sehingga kita menyaksikan capres dan cawapres yang tiba-tiba berpeci dalam setiap penampilannya di publik. Begitu pun, sang istri tiba-tiba berjilbab.<br />
Soal pentingnya istri capres dan cawapres berjilbab ini menjadi polemik ketika Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengungkapkan keresahan kadernya yang mempertanyakan pilihan PKS berkoalisi dengan Susilo Bambang Yudhoyono (Yudhoyono) dan Boediono, yang kedua istrinya tidak berjilbab. Mengapa ibu negara di negeri yang mayoritas muslim tidak berjilbab? Fenomena itu yang mendorong PKS dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) meminta Ani Yudhoyono dan Herawati Boediono untuk berjilbab.<br />
Tak hanya calon first lady, yang terlihat mengubah penampilannya dari semula terlihat rambutnya menjadi berkerudung, Cawapres Prabowo Subianto dan kandidat lainnyapun juga lebih sering tampil berpeci. Meski peci merupakan budaya Indonesia, namun banyak masyarakat yang mempersepsikan peci sebagai simbol Islam.<br />
Dari segi penampilan, peci dan jilbab bisa mencitrakan muslim yang taat. Pasangan capres dan cawapres yang melengkapi penampilannya dengan penutup kepala itu ingin memberikan kesan kepada pemilihnya, kalau mereka religius. Artinya, sebagai muslim yang taat tentu mereka tidak akan mengingkari kepercayaan rakyat, korupsi, sewenang-wenang dan perilaku tidak terhormat lainnya. Intinya, mereka ingin mencitrakan diri sebagai figur pemimpin yang baik.<br />
Citra penampilan Islami ini yang akan dijual kepada rakyat Indonesia. Ibarat sebuah produk, pasangan capres dan cawapres ini dikemas semenarik mungkin agar rakyat memilihnya. Kemasan yang dianggap menarik saat ini adalah penampilan dengan simbol Islami seperti peci dan jilbab. Kemasan yang Islami inilah yang akan dipasarkan oleh tim sukses, yang bertindak sebagai pemasarnya.<br />
Tampaknya, penampilan Islami menjadi positioning dari capres dan cawapres untuk bersaing dengan kandidat lainnya. Ahli Ekonomi Pemasaran, Philip Kotler mendefinisikan positioning sebagai upaya untuk mendesain produk dan merek agar berkesan di benak konsumen. Kalau produk itu sudah berkesan di hati, konsumen tentu akan memiliki alasan untuk membelinya. Dalam konteks pilpres, kalau rakyat sudah terkesan dengan penampilan yang Islami, mereka diharapkan mencontreng namanya.<br />
Memang, tak ada yang salah, bila capres dan cawapres memosisikan dirinya dengan penampilan yang Islami. Namun hal yang harus diingat adalah masyarakat harus tetap jernih dalam menentukan pilihannya. Apa artinya penampilan yang Islami, bila hati, pikiran dan perilakunya sebenarnya menyeleweng dari ajaran agama. Kalau pemimpin seperti itu yang dipilih, tentu umat Islam dan rakyat Indonesia sendiri yang akan merugi.<br />
Pilpres kali ini adalah waktu yang tepat bagi rakyat untuk memilih pemimpin yang tepat. Nasib kita, setidaknya dalam lima tahun mendatang, akan bergantung pada pemimpin yang dipilih saat ini. Alangkah naifnya, bila kita hanya terpesona pada penampilan luar, sementara mengabaikan kriteria pemimpin yang baik dan layak dipilih. Dengarkan hati nurani dan jangan sampai tertipu fashion Islami.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sulimurwani.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sulimurwani.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sulimurwani.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sulimurwani.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sulimurwani.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sulimurwani.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sulimurwani.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sulimurwani.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sulimurwani.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sulimurwani.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sulimurwani.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sulimurwani.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sulimurwani.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sulimurwani.wordpress.com/131/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sulimurwani.wordpress.com&amp;blog=5095541&amp;post=131&amp;subd=sulimurwani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sulimurwani.wordpress.com/2009/05/31/pencitraan-islami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1655f7a84e401d8966c2b70c7b2a7950?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sulimurwani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Marketing 2000</title>
		<link>http://sulimurwani.wordpress.com/2009/03/13/marketing-2000/</link>
		<comments>http://sulimurwani.wordpress.com/2009/03/13/marketing-2000/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 13:49:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulimurwani</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>
		<category><![CDATA[autis]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[strategi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sulimurwani.wordpress.com/?p=126</guid>
		<description><![CDATA[Marketing 2000 Menarik menyimak diskusi mengenai era pemasaran dewasa ini di Lecturer&#8221;s Convention, STIKOM LSPR. Strategi marketing di era Internet dan digital menjadi wacana menarik dalam konvensi itu. Era ini disebut sebagai era Marketing 2000. Karena perkembangan pemasaran dewasa ini, katanya, tidak bisa dilepaskan dengan dashyatnya perkembangan Internet, yang didalamnya ada facebook, You Tube, dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sulimurwani.wordpress.com&amp;blog=5095541&amp;post=126&amp;subd=sulimurwani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Marketing 2000</p>
<p>Menarik menyimak diskusi mengenai era pemasaran dewasa ini di Lecturer&#8221;s Convention, STIKOM LSPR. Strategi marketing di era Internet dan digital menjadi wacana menarik dalam konvensi itu. Era ini disebut sebagai era Marketing 2000. Karena perkembangan pemasaran dewasa ini, katanya, tidak bisa dilepaskan dengan dashyatnya perkembangan Internet, yang didalamnya ada facebook, You Tube, dan lainnya.<span id="more-126"></span><br />
Hanya bermodalkan camera web cam, seseorang mendadak bisa jadi selebritis dunia. Perilaku orang sekarang juga berubah. Begitu bangun tidur, anak-anak langsung on line dengan internet. Sehingga membaca menjadi sesuatu yang tak lagi menarik. Aktivitas itu juga melanda para profesional atau pekerja kantoran. Di kantor-kantor, mereka asyik facebook, sampai beberapa perusahaan memblog facebook agar produktivitas karyawan tidak menurun. Dewasa ini, orang-orang memang sedang gandrung main games, facebook, friendster, gadget atau berkomunikasi lewat dunia maya.<br />
Melihat perkembangan masyarakat yang demikian, para marketer memang harus memutar otaknya agar produknya tak salah dalam berpromosi. Masyarakat moderen yang saat ini menjadi &#8216;autis&#8217; karena asyik dengan dirinya sendiri (dengan berinternet ria) dan sibuk, membutuhkan pendekatan pemasaran yang berbeda. So, ini tantangan bagi para marketer? Siapkah Anda dengan perubahan ini?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sulimurwani.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sulimurwani.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sulimurwani.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sulimurwani.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sulimurwani.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sulimurwani.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sulimurwani.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sulimurwani.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sulimurwani.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sulimurwani.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sulimurwani.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sulimurwani.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sulimurwani.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sulimurwani.wordpress.com/126/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sulimurwani.wordpress.com&amp;blog=5095541&amp;post=126&amp;subd=sulimurwani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sulimurwani.wordpress.com/2009/03/13/marketing-2000/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1655f7a84e401d8966c2b70c7b2a7950?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sulimurwani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aset Perbankan Syariah Menggemuk</title>
		<link>http://sulimurwani.wordpress.com/2009/03/11/asset-perbankan-syariah-menggemuk/</link>
		<comments>http://sulimurwani.wordpress.com/2009/03/11/asset-perbankan-syariah-menggemuk/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2009 09:10:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulimurwani</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>
		<category><![CDATA[Adiwarman Karim]]></category>
		<category><![CDATA[aset bank syariah]]></category>
		<category><![CDATA[bank syariah]]></category>
		<category><![CDATA[BRI]]></category>
		<category><![CDATA[data BI]]></category>
		<category><![CDATA[ekspansi]]></category>
		<category><![CDATA[pembiayaan syariah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sulimurwani.wordpress.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[By Kontan Arthur Gideon Kendati krisis masih bergejolak, industri perbankan syariah mampu menunjukkan pertumbuhan aset yang bongsor. Data statistik yang dilansir Bank Indonesia (BI) memperlihatkan, pada akhir Januari 2009 lalu, aset perbankan syariah di luar BPR syariah mencapai Rp 51,81 triliun, melejit 44,4% dibandingkan posisi per akhir Januari 2008, yakni sebesar Rp 35,87 triliun. Dibanding [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sulimurwani.wordpress.com&amp;blog=5095541&amp;post=119&amp;subd=sulimurwani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>By Kontan<br />
Arthur Gideon</p>
<p>Kendati krisis masih bergejolak, industri perbankan syariah mampu menunjukkan pertumbuhan aset yang bongsor. Data statistik yang dilansir Bank Indonesia (BI) memperlihatkan, pada akhir Januari 2009 lalu, aset perbankan syariah di luar BPR syariah mencapai Rp 51,81 triliun, melejit 44,4% dibandingkan posisi per akhir Januari 2008, yakni sebesar Rp 35,87 triliun.<span id="more-119"></span></p>
<p>Dibanding Desember 2008, aset perbankan syariah pada Januari 2009 itu meningkat Rp 2,25 triliun atau 4,5%. &#8220;Itu memang wajar karena ekspansi pembiayaan perbankan syariah juga cukup tinggi,&#8221; ujar Adiwarman A. Karim, Anggota Dewan Syariah Nasional (DSN), akhir pekan lalu.</p>
<p>Pada periode Januari 2008-Januari 2009, kucuran pembiayaan syariah meningkat Rp 11,09 miliar, atau naik 40,9% menjadi Rp 38,2 miliar.</p>
<p>Selain itu, jumlah outlet perbankan syariah juga terus bertambah. Tanpa memasukkan gerai BPR syariah, jumlah outlet perbankan syariah pada Januari 2008 baru 603 gerai. Tapi pada akhir Januari 2009, jumlahnya telah bertambah menjadi 696 gerai. Arti, rata-rata per bulan ada penambahan tujuh hingga delapan outlet.</p>
<p>Ekspansi pembiayaan dan gerai perbankan syariah tahun ini boleh jadi akan semakin kencang. Beberapa bank berencana meningkatkan bisnis syariah dengan mengubah unit usaha syariah menjadi bank umum syariah. Beberapa investor asing juga disebut tertarik masuk ke perbankan syariah.</p>
<p>Tentu, ini kabar menggembirakan bagi BI yang menargetkan nilai aset perbankan syariah akan mencapai Rp 80 triliun hingga Rp 90 triliun pada akhir tahun ini.</p>
<p>Hingga Januari 2009, profitabilitas perbankan syariah juga baik. Data statistik BI menunjukkan, pendapatan operasional bank syariah di luar BPR syariah mencapai Rp 635 miliar per Januari 2009, naik 33% dari Rp 477 miliar pada Januari 2008. Tapi laba bersihnya hanya tumbuh 8% dari Rp 77 miliar menjadi Rp 83 miliar.</p>
<p>Hasil tersebut bisa dibilang sebuah prestasi. Sebab, di tengah krisis finansial global, banyak bank konvensional terpaksa mencatatkan penurunan laba. &#8220;Banyak bank konvensional labanya turun karena mereka menaruh dana di surat berharga di luar negeri,&#8221; ucap Ari Purwandono, Direktur Bisnis Bank Umum Syariah PT BRI Tbk, akhir pekan lalu.</p>
<p>Ari menjelaskan, bank syariah tidak menempatkan dananya di transaksi yang bersifat spekulatif, seperti produk derivatif, karena bertentangan dengan prinsip syariah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sulimurwani.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sulimurwani.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sulimurwani.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sulimurwani.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sulimurwani.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sulimurwani.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sulimurwani.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sulimurwani.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sulimurwani.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sulimurwani.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sulimurwani.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sulimurwani.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sulimurwani.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sulimurwani.wordpress.com/119/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sulimurwani.wordpress.com&amp;blog=5095541&amp;post=119&amp;subd=sulimurwani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sulimurwani.wordpress.com/2009/03/11/asset-perbankan-syariah-menggemuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1655f7a84e401d8966c2b70c7b2a7950?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sulimurwani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Payung Hukum Pajak untuk Syariah Terbit</title>
		<link>http://sulimurwani.wordpress.com/2009/03/11/ekonomi-syariah-7/</link>
		<comments>http://sulimurwani.wordpress.com/2009/03/11/ekonomi-syariah-7/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2009 08:56:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulimurwani</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>
		<category><![CDATA[bidang usaha berbasis syariah]]></category>
		<category><![CDATA[ditjen pajak]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[payung hukum syariah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sulimurwani.wordpress.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[By. Kontan JAKARTA. Payung hukum bagi Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak untuk tidak tebang pilih dalam menerapkan aturan perpajakan pada produk berbasis syariah di Indonesia terbit. Pekan lalu, tertanggal 3 Maret 2009 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2009 dengan tajuk Pajak Penghasilan (PPh) Atas Bidang Usaha Berbasis Syariah. Maka mulai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sulimurwani.wordpress.com&amp;blog=5095541&amp;post=113&amp;subd=sulimurwani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>By. Kontan</p>
<p>JAKARTA. Payung hukum bagi Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak untuk tidak tebang pilih dalam menerapkan aturan perpajakan pada produk berbasis syariah di Indonesia terbit.<span id="more-113"></span><!--more--></p>
<p>Pekan lalu, tertanggal 3 Maret 2009 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2009 dengan tajuk Pajak Penghasilan (PPh) Atas Bidang Usaha Berbasis Syariah.</p>
<p>Maka mulai tahun ini, penghasilan yang di dapat dari usaha maupun transaksi berbasis syariah baik oleh wajib pajak (WP) pribadi maupun badan bakal dikenakan PP. &#8220;Prinsip pajak itu tidak membedakan jadi apapun bentuk penghasilan dari transaksi perlakuannya netral, kena PPh,&#8221; ujar Direktur Peraturan Perpajakan I Ditjen Pajak Djonifar Abdul Fatah, Selasa (10/2).</p>
<p>Djonifar menjelaskan, langkah pemerintah PP PPh Syariah ini sebagai bentuk aturan pelaksana yang diamanatkan Pasal 31D UU Nomor 36 Tahun 2008 tentang PPh.</p>
<p>Dimana pada Pasal 31D disebutkan bahwa ketentuan perpajakan bagi bidang usaha pertambangan minyak dan gas bumi, bidang usaha panas bumi, bidang usaha pertambangan umum termasuk batu bara dan bidang usaha berbasis syariah diatur lebih lanjut dengan PP.</p>
<p>Menurut Djonifar, dengan terbitnya PP ini dapat mengikis kesan kalau pemerintah pilih kasih khususnya terhadap kegiatan ekonomis atau penghasilan yang di dapat dari kegiatan berbasis syariah. &#8220;Pokoknya, bila penghasilan di dapat dari kegiatan berbasis syariah juga kena pajak,&#8221; sambungnya.</p>
<p>Sekedar ilustrasi, bila kegiatan usaha sebuah WP badan berbasis syariah maka PPh atas keuntungan atau laba dari usaha berbasis syariah itu akan terkena tarif PPh badan. Yaknisebesar 28% pada 2009 dan hanya sebesar 25% mulai pada 2010.</p>
<p>Sedang untuk orang yang menerima penghasilan dari usaha syariah, akan terkena tarif PPh pribadi mulai sebesar 5% hingga 25%, tergantung besar penghasilannya.</p>
<p>Praktisi Pajak Agus Susanto Lihin menilai, dengan terbitnya PP tentang PPh syariah maka tidak adak lagi daerah &#8220;abu-abu&#8221; untuk di tetapkan aturan pajak. &#8220;Dibanding UU PPh sebelumnya yakni UU 17/2000, maka UU 36/2008 memang jauh lebih jelas teramsuk soal aturan pajak dari berbasis syariah,&#8221; kata dia.</p>
<p>Agus menjelaskan, merujuk pada Pasal 4 Ayat 1 maka setiap penghasilan atawa tambahan kecukupan ekonomis yang diterima WP baik dari dalam maupun luar negeri untuk konsumsi atau menambah kekayaannya maka dikenakan pungutan pajak. &#8220;Dengan begitu, jelas sudah kalau penghasikan dari kegiatan berbasis syariah tunduk pada aturan PPh,&#8221; sambungnya.</p>
<p>Dengan terbitnya PP ini pula maka Ditjen Pajak mendapat sumber baru penerimaan pajak yang selama ini belum tergali lantaran tidak ada payung hukumnya. &#8220;Seharusnya memang tidak ada perlakuan khusus atau diskriminatif,&#8221; tegas Agus.P</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sulimurwani.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sulimurwani.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sulimurwani.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sulimurwani.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sulimurwani.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sulimurwani.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sulimurwani.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sulimurwani.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sulimurwani.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sulimurwani.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sulimurwani.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sulimurwani.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sulimurwani.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sulimurwani.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sulimurwani.wordpress.com&amp;blog=5095541&amp;post=113&amp;subd=sulimurwani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sulimurwani.wordpress.com/2009/03/11/ekonomi-syariah-7/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1655f7a84e401d8966c2b70c7b2a7950?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sulimurwani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bank Syariah Lebih Baik</title>
		<link>http://sulimurwani.wordpress.com/2009/02/26/bank-syariah-lebih-baik/</link>
		<comments>http://sulimurwani.wordpress.com/2009/02/26/bank-syariah-lebih-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2009 15:37:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulimurwani</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>
		<category><![CDATA[bank konvensional]]></category>
		<category><![CDATA[bank syariah]]></category>
		<category><![CDATA[krisis keuangan global]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sulimurwani.wordpress.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Detik.Com, 26 Februari 2009 Tahun 2008, pertumbuhan perbankan Syariah lebih baik dibandingkan perbankan konvensional. Pada tahun 2008, pertumbuhan perbankan syariah mencapai 36 persen, sedang perbankan konvensional hanya 20 persen. Hal itu dikatakan Direktur Direktorat Perbankan Syariah Bank Indoensia, Ramzi A. Zuhdi dalam talk show &#8216;Menumbuhkan Perbankan Syariah di Saat Krisis Keuangan Global&#8217; di Gedung Bank [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sulimurwani.wordpress.com&amp;blog=5095541&amp;post=109&amp;subd=sulimurwani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Detik.Com, 26 Februari 2009</p>
<p>Tahun 2008, pertumbuhan perbankan Syariah lebih baik dibandingkan perbankan konvensional. Pada tahun 2008, pertumbuhan perbankan syariah mencapai 36 persen, sedang perbankan konvensional hanya 20 persen.<span id="more-109"></span></p>
<p>Hal itu dikatakan Direktur Direktorat Perbankan Syariah Bank Indoensia, Ramzi A. Zuhdi dalam talk show &#8216;Menumbuhkan Perbankan Syariah di Saat Krisis Keuangan Global&#8217; di Gedung Bank Indonesia (BI) Yogyakarta, Jl Senopati, (26/02/09).</p>
<p>&#8220;Perbankan Syariah pertumbuhannya mencapai 36 persen di tahun 2008, lebih besar dibandingkan perbankan konvensional sebesar 20 persen,&#8221; kata Ramzi.</p>
<p>Dari total aset itu, perbankan syariah mampu mencapai hampir lebih dari Rp 50 triliun. Hal itu berarti pula perkembangan bank syariah di Indonesia cukup memberikan angin segar bagi stabilitas keuangan negara.</p>
<p>&#8220;BPR Syariah ini terus tumbuh, tiap bulan ada 1 BPR syariah berdiri. BPR Syariah pertumbuhannya sebesar 4 persen dibandingkan BPR konvensional,&#8221; katanya.</p>
<p>Ramzi mengatakan keberadaan bank syariah diharapkan lebih bermanfaat untuk mendorong perekonomian Indonesia. Lembaga syariah harus mampu menarik dana dari masyarakat kemudian  menyalurkan kembali dana tersebut untuk pembiayaan produksi di sektor domestik.</p>
<p>Dia mengharapkan bank syariah dapat terjun di sektor UMKM yang diperuntukkan untuk pasar domestik. Apabila hal ini bisa berjalan baik bank syariah akan kebal terhadap tempaan krisis global.</p>
<p>&#8220;Kita berharap, bank syariah dapat lebih mengeksplor sektor domestik dengan mengoptimalkan pada UMKM dan sistem bagi hasil. Karena dengan prinsip bagi hasil menunjukkan kemitraan antara bank dan nasabah agar tetap saling menguntungkan&#8221;, pungkas Ramzi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sulimurwani.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sulimurwani.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sulimurwani.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sulimurwani.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sulimurwani.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sulimurwani.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sulimurwani.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sulimurwani.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sulimurwani.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sulimurwani.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sulimurwani.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sulimurwani.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sulimurwani.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sulimurwani.wordpress.com/109/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sulimurwani.wordpress.com&amp;blog=5095541&amp;post=109&amp;subd=sulimurwani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sulimurwani.wordpress.com/2009/02/26/bank-syariah-lebih-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1655f7a84e401d8966c2b70c7b2a7950?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sulimurwani</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
